iklan

CV. MAJU KARYA SEJAHTERA

 



CV. MAJU KARYA SEJAHTERA
(MKS)

Akta Notaris No :01.-01042021

NIB: 123000602739

Sk Kemenkumham : AHU-0026784-AH.01.14 TAHUN 2021

BIDANG PELAYANAN JASA DAN PERTANAHAN

Alamat : Dusun III Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur

Tlp/ wa 082175609399



=============================

MELAYANI :

1.      Jasa pengurusan    PERTANAHAN  

2.      Jasa pengurusan    BPJS  ONLINE  ( MANDIRI )

3.      Jasa Pengurusan    NPWP  ONLINE  ( Perorangan / Badan Usaha )

4.      Jasa pengurusan    NIB ( Nomor Induk Berusaha  )

5.     Jasa pengurusan    KTP, KK, AKTA LAHIR. Dll

6.     Jasa pengurusan    PAJAK KENDARAAN

7.     Jasa pengurusan    Penerbitan Pajak Bumi Dan Bangunan ( PBB )

8.     Jasa pengurusan    LPSE , EKATALOQ PROPINSI

 

MENYEDIAKAN :

Ø  BIBIT KAKAO SAMBUNG PUCUK

Ø BIBIT UNGGAS ENTOK


HUBUNGI TLP/WA

082175609399

KRIS SETIYO W

Hubungi Kami di WhatsApp.




JENIS

-          LOKAL

-          RAMBON

-          JUMBO

KITA DICIPTAKAN UNTUK SUATU TUJUAN

KITA DICIPTAKAN UNTUK SUATU TUJUAN




Malam ini ada seekor katak hijau yang tak mau bernyanyi. 
"Aku bosan. Untuk apa bernyanyi. Aku banyak masalah... !!!" 
Mendengar keluhannya, katak senior yang bijak berkata, 
"kita dicipta untuk bernyanyi. Itulah tujuan mengapa kita ada. 
Bila kita melakukan sesuatu sesuai tujuan penciptaan kita, di situlah sukacita kita"
Ia benar. 
Kita ada untuk sebuah tujuan.
Maka, katak hijau itu bernyanyi kembali....


https://qwikad.com/affiliate/idevaffiliate.php?id=5243

JANGAN BERHENTI PADA DISKUSI

JANGAN BERHENTI PADA DISKUSI




"Aku mau ikut paduan suara !" 
Cicak pesolek memproklamasikan keinginannya.
 "Aku juga bisa bernyanyi !!" 
Lanjutnya. Tetapi Tikus gemuk sahabatnya berkata, 
"jangan malam ini. Mari kita belajar tarik suara dulu..."
Dan tiap malam mereka berlatih tarik suara,
... mereka tak pernah ikut paduan suara bersama sang katak. 
Melihat polah mereka berdua, jangkrik tampan berucap 
"Ayooo ikuti aku... Sekarang waktunya untuk bernyanyi !!"

Mendengar percakapan antara jangkrik tampan dengan tikus gemuk dan cicak pesolek, 
wawung pun geleng-geleng kepala.
 "Ayooo jangan berhenti pada tataran diskusi ! Seperti farisi dan saduki aja. 
Ayooo ikutan bernyanyi !!"  
Maka larutlah mereka dalam nyanyian. Dan wawung pun ikut bernyanyi... 
Sungguh, menjadi malam penuh pujian.

PUJIAN DALAM SITUASI KEHILANGAN


PUJIAN DALAM SITUASI KEHILANGAN




Malam ini sunyi...
Pergi ke mana teman-temanmu, wahai katak?
Apakah habitatmu kurang nyaman untuk berdendang dengan riang?
Tertangkapkah mereka oleh predator pemakan segala bernama manusia?
Sesamaku manusia, sang pemakan segala acap melakukannya 
bukan didorong kebutuhan tapi lebih karena keinginan.
Meski anggota paduan suaramu berkurang, wahai katak.... 
Tetapi pujian tetap dinaikkan.
Ayo kawan2 kecilku, 
mari kita bernyanyi : 
gloria... Gloria... Gloria in exelcis Deo...!!!!

MENYEMBAH TUHAN PADA SEGALA MUSIM



MENYEMBAH TUHAN PADA SEGALA MUSIM



Kupikir gembiramu kemarin malam karena hujan.
Hujan adalah situasi yang menyenangkanmu.
Malam ini hujan tak datang. Mengapa semangatmu tidak berubah?
Semangat berdendangmu bukan karena situasimu.
Ya.
Kalian mengajariku bahwa bersembah adalah pilihan. 
Wahai Katak, jiwakupun turut berdendang.

HIDUP ADALAH NYANYIAN BAGI TUHAN

HIDUP ADALAH NYANYIAN BAGI TUHAN


Sang katak kembali bernyanyi.
Bukan untuk menghibur diri. Tetapi ada rasa syukur berpadu kelegaan dan kepasrahan dalam nyanyiannya.
“Tiadakah engkau pernah mengeluh,duhai katak?
Tanpa tarian tirta di atas dedaunan, masih juga bersemangat dalam nyanyian? 
Katak, lewatilah malam kita dalam senandungmu  nan merdu. 
Aku setuju : Sang Bijak layak mendapatkan segala pujian.
Benar. Engkau sungguh benar, katak... Bernyanyi bukan sekedar menghibur diri.
Bersembah bukan sekedar mengharap asa mewujud. Bernyanyi dan bersembah adalah hidup.”

Hidup seharusnya merupakan nyanyian dan sembah. Soli Deo. Soli Deo gloria.

TITIP SALAM BUAT SANG PENCIPTA



TITIP SALAM BUAT SANG PENCIPTA



Malam ini hujan deras. Aku mendengar kidung sang katak yang menikmati malam bersama tarian air hujan yang melompat-lompat di atas dedaunan beralun merdu dalam harmoni. 
Kukagumi suara alam buatan jari Sang Illahi. Sementara itu di samping rumah kudengar eong kucing liar yang lapar mengiris malam sayup tertindih nyanyian suka cita sang katak.
Akhirnya hujanpun mereda. 
Tiada lagi kecupan air hujan di bibir dedaunan...
Tetapi mataku tak kunjung lelah, seirama semangatku menggelora menikmati malam karya Pencipta.

Sang katak masih bernyanyi. Walau sendiri.
Air hujan dan dedaunan tak lagi menyatu dalam nyanyian sang katak. 
Tetapi jangkrik dengan malu-malu keluar dari persembunyian dan mulai memperdengarkan suaranya. 
Aku makin takjub saat kumenyatu dalam irama kidung malam.
“Mengapa berhenti bernyanyi, wahai katak? Aku kehilanganmu. ...” kataku.
Ternyata... 
Sang katak sekedar menarik nafas sejenak. 
Ia kembali mempersembahkan kidungnya. 


Beberapa jangkrik ikut bersembah. 
Wow... Betapa malam ini penuh pujian.
Orang2 yang kusayangi telah terlelap,
Matakupun berkali-kali terpejam.
Maafkan aku, sang katak. Akankah nyanyianmu terus berlanjut dan engkau berniat membangunkan pagi ? Aku tak bisa terus menemanimu menghaturkan sembah. 
Sampaikan salam hormatku untuk Sang Agung.