TITIP SALAM BUAT SANG PENCIPTA
Malam ini hujan deras. Aku mendengar kidung sang katak yang menikmati malam bersama tarian air hujan yang melompat-lompat di atas dedaunan beralun merdu dalam harmoni.
Kukagumi suara alam buatan jari Sang Illahi. Sementara itu di samping rumah kudengar eong kucing liar yang lapar mengiris malam sayup tertindih nyanyian suka cita sang katak.
Akhirnya hujanpun mereda.
Tiada lagi kecupan air hujan di bibir dedaunan...
Tetapi mataku tak kunjung lelah, seirama semangatku menggelora menikmati malam karya Pencipta.
Sang katak masih bernyanyi. Walau sendiri.
Air hujan dan dedaunan tak lagi menyatu dalam nyanyian sang katak.
Tetapi jangkrik dengan malu-malu keluar dari persembunyian dan mulai memperdengarkan suaranya.
Aku makin takjub saat kumenyatu dalam irama kidung malam.
“Mengapa berhenti bernyanyi, wahai katak? Aku kehilanganmu. ...” kataku.
Ternyata...
Sang katak sekedar menarik nafas sejenak.
Ia kembali mempersembahkan kidungnya.
Beberapa jangkrik ikut bersembah.
Wow... Betapa malam ini penuh pujian.
Orang2 yang kusayangi telah terlelap,
Matakupun berkali-kali terpejam.
Maafkan aku, sang katak. Akankah nyanyianmu terus berlanjut dan engkau berniat membangunkan pagi ? Aku tak bisa terus menemanimu menghaturkan sembah.
Sampaikan salam hormatku untuk Sang Agung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar